Dalam rangka mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Nezar menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong akselerasi transformasi digital nasional dalam lima tahun terakhir.
Upaya ini dilakukan melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang komprehensif, mencakup tiga tingkatan utama, yaitu tulang punggung (backbone), middle mile, dan last mile.
Di tingkat backbone, pemerintah telah melakukan pergelaran jaringan kabel serat optik Palapa Ring sepanjang 12.229 km, baik di darat maupun di bawah laut.
Di tingkat middle mile, pemerintah sudah meluncurkan satelit multifungsi SATRIA-1 pada Juni tahun lalu dengan kapasitas 150 Gbps, dan telah beroperasi di 4.063 titik layanan publik dari target 37.000 titik hingga 2025.
Sementara di tingkat last mile, pemerintah bersama ekosistem telah melakukan pembangunan base transceiver station (BTS) di wilayah yang tidak tersentuh sinyal telekomunikasi (blankspot).
Sebanyak 1.665 di antaranya merupakan BTS universal service obligation(USO), serta 5.198 titik lainnya adalah BTS 4G yang dibangun Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kominfo.
