“Dampaknya tidak hanya pada nelayan. Jadi mulai dari nelayan, buruh, para pelaku usaha perikanan, sampai para pedagang kaki lima yang menjual makanan, baik di restoran maupun di pabrik-pabrik. Pabrik pengalengan ikan, misalnya,” imbuh Misbahul Munir.
Nelayan dari Nambangan, Ahmad Sukron, menyebut PSN merupakan upaya dan rencana jahat pemerintah bersama investor, yang tidak hanya menimbun laut tapi juga mengeruk pasir laut dari kawasan lain. Pemerintah dalam menetapkan proyek strategis nasional dinilai tidak transparan, serta tidak memperhatikan suara warga, khususnya nelayan.
Sukron mengatakan, selain membunuh mata pencaharian nelayan serta warga di kawasan pesisir, proyek ini dikhawatirkan akan menghilangkan perkampungan nelayan beserta adat dan tradisi yang ada di dalamnya.
“Kalau PSN ini dilakukan oleh pemerintah dan para investor terkait, di sini juga sama dengan membunuh mata pencaharian teman-teman nelayan di Surabaya dan daerah-daerah lainnya. Bukan hanya sekadar membunuh, tapi menggeser secara perlahan daerah perkampungan nelayan, itu dijadikan sebagai wisata yang dihuni oleh para kaum elite,” jelasnya.
