Michael Kill, kepala eksekutif Night Time Industries Association, mengatakan, “Ini sedikit mengejutkan sistem. Saya rasa semua orang sudah sadar, terutama pengelola pub, bar dan restoran, dengan berita bahwa larangan akan diperluas atau berpotensi diperluas. Dan mengingat keadaan keuangan saat ini, ada kekhawatiran besar bahwa peluang [berbisnis] taman bir (beer garden) atau teras-teras yang sudah dipercantik semenjak pandemi akan berada di bawah kendali legislatif yang baru.”
Selain itu, pub di seantero Inggris telah berinvestasi pada area luar ruangan untuk mengakomodasi pengunjung, baik yang merokok maupun yang tidak.
Salah satu pemilik pub, Geoff Troughton, menuturkan, “Kami (pemilik pub) menghabiskan banyak waktu, usaha dan uang menyiapkan area luar ruangan (outdoor), area berpeneduh, area berpenghangat. Satu hal yang pasti, yaitu ketika dan jika aturan ini berlaku, semakin banyak pub akan tutup.”
Masyarakat Inggris punya tanggapan yang beragam terkait rencana tersebut.
“Saya menyambut baik hal itu, karena dampak [buruk] merokok pasif,” kata seorang warga.
