Pada pertandingan kemarin, Jawa Barat menerapkan strategi yang sama dengan sebelum-sebelumnya, yakni mengambil putaran di boyan 3 dan 4. Sebaliknya DIY yang mencoba mengambil putaran lebih awal malah terjebak cukup lama di eddy saat akan mengitari boyan 2, hingga membuat mereka cukup tertinggal jauh pada saat 50 meter terakhir jelang garis finis.
“Ini bagian dari strategi, kami sudah melakukannya sejak awal. Pilihan boyan 3 dan 4 untuk putaran, karena deket dengan arus yang deras, jadi keluar dari putarannya lebih mudah,” tambahnya.
Medali perunggu diambil oleh Sumatera Barat yang secara dramatis sukses mengatasi DKI Jakarta di lomba ini. Waktu yang dihasilkan Sumatera Barat 05,37 detik lebih cepat dari raihan DKI Jakarta yang menyentuh garis finis dengan waktu 2 menit 18,37 detik.
Bagi Sumatera Barat, hasil ini sangat istimewa. Karena ini menjadi medali pertama mereka setelah empat hari perlombaan arung jeram.
“Sangat menegangkan. Kami mati-matian, karena kami harus membawa pulang medali. Kami ingin membuktikan bahwa Sumatera Barat bisa, Sumatera Barat juga juara. Kami tidak selalu di bawah, tapi kami juga bisa di atas,” ujar pedayung Sumatera Barat, Ade Wahyu Fadillah.
