Namun demikian, mantan Panglima TNI ini menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus tetap waspada. Indonesia Emas 2045 bukan sesuatu yang datang begitu saja.
Menurutnya, perlu disadari bahwa tantangan global pada tahun 2045 tentu sangat berbeda dengan tantangan saat ini. Dinamika masyarakat dan problem sosial dan kemanusiaan pasti muncul silih berganti dalam waktu yang singkat. Dinamika yang akan dihadapi sangat bervariasi (volatility), penuh ketidakpastian (uncertainty), kompleks (complexity), dan ambigu (ambiguity).
“Semua itu disadari telah memunculkan tantangan tersendiri dalam upaya merawat persatuan dalam kemajemukan bangsa,” kata Hadi Tjahjanto.
Oleh karena itu, salah satu hal penting yang menjadi kunci keberhasilan meningkatkan capaian pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 adalah merawat persatuan dalam kemajemukan bangsa. Kemajemukan bangsa Indonesia adalah fitrah, karunia Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Kemajemukan bangsa ini akan menghasilkan energi positif manakala setiap komponen bangsa berinteraksi antara satu dengan lainnya secara sehat. Sehingga, yang diperlukan adalah merawat persatuan dalam kemajemukan,” kata Menko Polhukam.
