“Kami harapkan dalam pertemuan ini, para stakeholder yang mempunyai kepentingan dalam penyelenggaraan Program JKN ini dapat mengemukakan dan berdiskusi serta memberikan masukan yang membangun serta bersama-sama mencari Solusi untuk penyelenggaraan jaminan kesehatan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan agar kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat Kepulauan Seribu menjadi lebih baik lagi. Program JKN ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena dengan iuran yang sangat terjangkau, bisa meg-cover seluruh biaya layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Erick.
Dalam pertemuan itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Utara, Ropik Patriana mengatakan bahwa yang menjadi fokus BPJS Kesehatan saat ini adalah terkait kepesertaan JKN, pelayanan kesehatan, dan informasi terbaru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kepulauan Seribu. Karena menurut Ropik, untuk membangun generasi emas, kesehatan adalah penopang utamanya.
“Beberapa waktu lalu ada penonaktifan sebanyak 2600 orang di Pulau Seribu, sehingga ada hampir 10% peserta yang tidak aktif. Kami membutuhkan bantuan, terutama dari Unit Kerja Teknis (UKT) 1 untuk mendorong agar peserta yang terkena penonaktifan mendapat kepesertaannya kembali. Sehingga apabila mereka sakit, tidak terkendala untuk mendapatkan pelayanna kesehatan karena mereka

