Hal ini memaksa masyarakat Indonesia untuk menggunakan BBM yang kualitasnya jauh di bawah negara-negara lain. Dan menghirup udara dengan beban polusi jauh lebih tinggi dibandingkan kota-kota negara lain yang standar Euro4/IV sudah berhasil diberlakukan.
Penerapan Euro4/IV dapat secara signifikan menurunkan NOx dan pencemar polutan PM 2,5 berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan oleh KPBB. Hal ini dapat berdampak secara positif pada penurunan risiko penyakit, terkait dengan polusi udara sebagaimana penemuan dari hasil penelitian Universitas Indonesia.
“Apabila kita bisa mulai membersihkan pasokan BBM di pasaran mulai hari ini sampai dengan 2028, kita bisa menekan kasus pneumonia akibat polusi udara di kota Jakarta sampai dengan lebih dari sepertiga kasus hari ini. Sebaliknya apabila kita tidak melakukan apa-apa ya penyakit ganas merupakan pembunuh balita akan terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya,” imbuh Profesor Budi Haryanto.
“Ini baru satu penyakit, ada setidaknya 12 penyakit yang terkait polusi udara,” tambahnya.
