Kepala Intelijen Mesir, Abbas Kamel, menghabiskan waktu berjam-jam untuk memediasi antara Israel dan Hamas, seperti dilakukan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al Thani.
Secara ekonomi, konflik Gaza telah mengakibatkan kerusakan serius pada ekonomi Mesir, tetapi juga membawa manfaat, seperti ditunjukkan oleh analis Timur Tengah yang berkantor di Washington, Paul Sullivan.
“Mesir sedang terhimpit di antara banyak batu dan banyak tempat sulit, dengan beberapa hal positif. Hal positif termasuk aliran uang dari GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), IMF (Dana Moneter Internasional), Bank Dunia, dan lainnya, untuk memastikan Mesir menjadi sedikit lebih stabil secara ekonomi,” ujarnya.
Baik Sadek maupun Sullivan setuju bahwa efek samping dari konflik Gaza mengakibatkan perekonomian Mesir mengalami kemunduran. Termasuk penurunan besar dalam pendapatan dari Terusan Suez, salah satu sumber pendapatan utama pemerintah Mesir.
