Selanjutnya, kata Imam, ia juga ke Jakarta. Mereka berdua bertemu, Chaerul Umam aktif di TIM, tapi ia langsung ikut produksi film di lapangan. “Chaerul Umam dari teater kemudian menjadi dubber, Chaerul Umam menjadi dubber nomer satu di Indonesia, bayarannya termahal.“ bebernya.
Imam menyampaikan dirinya membuat sinetron ‘Jejak Sang Guru’. “Kisahnya terinspirasi saat saya sekolah di SD Muhammadiyah, “ ungkapnya.
Setelah itu, Imam membagikan pengalaman pada usia 13 tahun dirinya nonton film di bioskop Slawi, berangkatnya dengan numpang truk pabrik gula Pangkah. “Pulangnya malam tidak ada kendaraan jadi saya jalan kaki lewat sawah yang gelap sekali, “ paparnya.
.
Kemudian, Imam menceritakan pengalamannya sebagai sutradara film ‘Saur Sepuh’ dengan syutung adegan Perang Paregreg yang memerlukan seribu kuda. “Dibuat di Jakarta tidak mungkin, karena kudanya hanya 25 ekor, kalau di tambah di Bogor dan Bandung paling hanya 100 ekor. Akhirnya syuting di Sumba yang banyak kuda dan orang-orang Sumba piawai naik kuda, “ uraiannya.
