Gedung Putih, kantor wakil presiden, maupun tim kampanye Harris tidak menanggapi pertanyaan VOA.
Zogby mengatakan, dia merasa ‘terjebak’ oleh acara yang dia sebut sebagai ‘formalitas saja’ itu. Pemerintahan Biden melewatkan kesempatan karena tidak mengundang orang-orang diusulkan oleh masyarakat.
“Hanya ada dua dari delapan orang di antara kami merupakan pemimpin organisasi,” ungkapnya.
Edward Gabriel, presiden Gugus Tugas Amerika untuk Lebanon mengatakan bahwa kantor wakil presiden AS telah melibatkannya dalam ‘hampir selusin’ pertemuan, termasuk yang turut dihadiri Gordon pekan ini.
“Pertemuan kami terus berlanjut secara positif,” tulisnya kepada VOA. “Kami telah menyampaikan kepada Wakil Presiden dan timnya tentang pentingnya menyampaikan pesan yang jelas kepada komunitas kami mengenai perlunya mengakhiri perang ini dan membantu warga Lebanon paling terdampak oleh konflik tersebut”.
Selama dua minggu terakhir, kampanye militer Israel menarget militan Hizbullah didukung Iran di Lebanon telah menewaskan ratusan orang, melukai ribuan lainnya dan memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi. Salah satu korbannya adalah Kamel Ahmad Jawad, Warga Negara AS asal Kota Dearborn, Michigan.

