Dalam isu budaya seperti hak-hak LGBTQ+ dan hak aborsi, Ghalib dan banyak konstituennya lebih sejalan dengan Partai Republik. Dia telah mendukung sejumlah kebijakan konservatif dibuat oleh dewan kotanya, termasuk larangan mengibarkan bendera Pride di bangunan pemerintah kota, sebuah langkah membuat marah anggota sekaligus sekutu komunitas LGBTQ+.
“Isu budaya itu penting bagi beberapa orang,” tukas Zogby. Dia menambahkan, motivasi lainnya adalah keinginan untuk “menghukum Partai Demokrat” akibat apa yang terjadi di Gaza.
“Saya rasa tak ada yang benar-benar serius menganggap Trump lebih baik dari Kamala Harris dalam isu Timur Tengah. Ini lebih kepada keduanya mungkin sama-sama buruk. Itu, saya rasa, pandangan umumnya,” pungkas dia. (Joesvicar Iqbal)

