“Manfaat IMS telah dirasakan oleh lebih dari 60-an perusahaan yang mencakup 200 lebih proyek digitalisasi dan otomatisasi, serta melibatkan 45 ribu lebih perangkat IoT terkoneksi melalui tampilan dashboard yang intuitif untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat,” terang Randy.
Melalui konsistensi mengembangkan keberlanjutan produk-produk intelligent system yang berbasis pada kekuatan RnD dalam kustomisasi optimal untuk perbaikan standar operasi manufaktur di Indonesia, CEO Ravelware yakin perusahaannya bisa terus memimpin inovasi dalam smart manufacturing Indonesia. Hal ini terbukti dari berbagai penghargaan dan pengakuan baik lokal maupun internasional.
“Hal ini pula yang mengantarkan kami sebagai satu-satunya startup deep tech Indonesia masuk ajang final Entrepreneurship World Cup 2024 dan menyabet Top Top-100 most innovative Companies. Bangga karena ajang ini merupakan salah satu kompetisi tahunan startup teknologi global terbesar yang mencakup kategori inovasi paling luas diikuti lebih dari 16.400 startup dari 151 negara,” ujarnya.
