“Saya dalam pertemuan itu memang tidak di libatkan atau di undang langsung, itu pertemuan apa, klo seperti ini bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah, saya tidak di undang untuk pertemuan nya, ini akan menjadi masalah baru apa bila Kemenpora bentuk FTMI apa dasar dan maksudnya, ini akan menjadi masalah baru bahkan Tigalisme di Cabang Olahraga Tenis Meja, ada nama Sjafrie Sjamsoeddin dan beberapa nama lain nya yang di libatkan untuk menjadi ketua Umum,” ujar Oegroseno kepada awak media di kantornya Gedung FX Lantai 15, Sudirman Jakarta, Jumat (6/11).
Kalau sudah seperti ini ayo kita adu legalitas yang mana yang lebih resmi secara Federasi Internasional Tenis Meja (International Table Tennis Federation atau ITTF) siapa yang lebih resmi di bawah federasi internasional. Sejak tahun 1963, PTMSI sudah diakui sebagai anggota ITTF lebih dulu, bagaimana kita mau menyelesaikan masalah cabor kalau yang di lakukan Kemenpora makin tidak benar, di pertemuan dan undangan kita sama sekali tidak pernah di libatkan
