Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Indonesia Masuk BRICS, Pengamat Bilang Waspadai Kepentingan Barat
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Ekonomi > Indonesia Masuk BRICS, Pengamat Bilang Waspadai Kepentingan Barat
EkonomiHeadline

Indonesia Masuk BRICS, Pengamat Bilang Waspadai Kepentingan Barat

Timur
Timur Published 08 Jan 2025, 12:45
Share
5 Min Read
Jakarta, Indonesia. RI kini masuk di dalam keanggotaan BRICS. Foto: Tom Fisk / pexels
Foto ilustrasi. Jakarta, Indonesia. RI kini masuk di dalam keanggotaan BRICS. Foto: Tom Fisk / pexels
SHARE

Pengamat Ingatkan Potensi Tekanan dari Barat

Pengamat hubungan internasional di Badan Riset dan Invasi Nasional (BRIN) Siswanto menilai bergabungnya Indonesia ke BRICS memiliki sisi positif dan negatif. Di satu sisi keanggotaan baru Indonesia ini mencerminkan kebijakan luar negeri bebas aktif yang digalakkan di era pemerintahan Prabowo, di sisi lain hal ini berpotensi menjauhkan Indonesia dengan negara-negara Barat, terutama Amerika.

“Akan menjauhkan hubungan Amerika dengan Indonesia kalau bergabung dengan BRICS dan akan membawa konsekuensi, antara lain di bidang perdagangan – karena kebanyakan kerjasama Indonesia-Amerika Serikat khan ekonomi – bisa jadi ada konsekuensi perdagangan, misalnya sanksi 60 persen untuk tax (pajak) masuk pasar Amerika,” ujar Siswanto.

Kebijakan luar negeri Amerika, tambah Siswanto, senantiasa memandang Indonesia sebagai negara yang tidak berada dalam “pengaruh negara musuh”. Keputusan Indonesia bergabung dengan BRICS dinilainya sebagai langkah terburu-buru.

Baca Juga

ru
Kemenperin Perkuat Kerja Sama RI-Rusia di Sektor Industri
Prabowo Sebut BRICS Harapan Baru di Tengah Gejolak Ekonomi Dunia
Trump Ancam Negara Pro-BRICS dengan Tarif Tambahan 10 Persen

Keputusan Terburu-Buru?

Previous Page12345Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: brics, OEDC
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article mk Siap-siap, MK Mulai Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2024
Next Article Jubir KPK Tessa Mahardika Sugiarto KPK Kembali Periksa Mantan Anggota Bawaslu Terkait Kasus Sekjen PDIP

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260523 WA0009
Gaya hidup

Berawal dari Hobi Koleksi Ribuan Mainan Action Figure dan Mobil-mobilan Berujung Jadi Cuan

Jakarta Raya
Srikandi Demokrat Kritisi Kinerja Anak Buah Pramono, Dinilai Sibuk Hanya Saat Ada Sidak Menteri
23 May 2026, 13:31
Jakarta Raya
Pergeseran Anggaran di Dinas LH, Pantas Nainggolan Ingatkan Soal Kasus Nadiem Makarim
23 May 2026, 14:03
HeadlineKriminal
Karyawati Cantik Dianiaya di JakLingko 49, Polsek Pesanggrahan Gerak Cepat Amankan Pelaku
23 May 2026, 20:00
Ekonomi
Berantas Praktik Penyimpangan Tata Niaga Ekspor SDA, Pemerintah Bentuk BUMN Khusus
23 May 2026, 15:26
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?