Lahan-lahan tersebut dapat ditanami singkong, pisang cavendis dan tanaman pangan lainnya. Para mitra Bank Tanah juga akan diajak untuk menjadi off taker atau pembeli dari hasil pertanian warga.
Dari sisi perumahan, kata Parman, Bank Tanah masih memiliki lahan yang tersebar di beberapa titik Indonesia seperti di Tanjung Balai Asahan, Tapanuli, Sumatera Utara, Purwakarta, Jawa Barat serta Penajam Passer Utara (PPU), Kalimantan Timur.
Lebih lanjut, Bank Tanah selalu siap jika diminta untuk memfasilitasi penyediaan tanah. Namun demikian, Parman menyebut pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) perlu melihat jumlah penduduk yang berminat untuk tinggal di daerah tersebut.
“Di lahan PPU waktu tahun 2022 itu saya ke sana, penduduk yang tinggal itu nggak ada, tapi begitu dibangun bandara, langsung yang klaim banyak. PPU sudah menjadi lahan yang menarik dan cantik untuk investasi,” kata Parman.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemanfaatan Tanah dan Kerja Sama Usaha Hakiki Sudrajat mengatakan beberapa titik reforma agraria yang ada dinilai tepat untuk dimanfaatkan guna mendukung dua program prioritas pemerintah.
