“Kalau melihat titik-titik reforma yang ada, sebetulnya bisa menunjang perumahan dan swasembada,” ucap Hakiki.
Hakiki menjelaskan, di daerah Poso terdapat 1.500 hektare lahan yang dapat digunakan untuk reforma agraria. Beberapa yang sudah direncanakan adalah untuk penanaman pangan seperti padi, jagung dan umbi-umbian.
Ia mengatakan Bank Tanah juga telah menyiapkan lahan di dua lokasi yakni Poso dan PPU, yang akan digunakan untuk kawasan industri. Menurutnya, industri tersebut bukan yang berskala besar, namun dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Memang bukan industri besar, tapi memang industri-industri kecil, seperti susu itu, berikut dengan industri final produknya. Jadi, proses pasteurisasi, sampai kotakan, mudah-mudahan rencananya bulan Maret ini, itu akan finalisasi dengan skema yang bisa digunakan oleh basis perjanjian,” ujar Hakiki.(*)
