Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Banjir Luapan Sungai Rendam Ribuan Rumah di Musi Banyuasin
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nusantara > Banjir Luapan Sungai Rendam Ribuan Rumah di Musi Banyuasin
Nusantara

Banjir Luapan Sungai Rendam Ribuan Rumah di Musi Banyuasin

Farih
Farih Published 10 Mar 2025, 20:11
Share
4 Min Read
BPBD Kabupaten Musi Banyuasin meninjau kejadian bencana banjir melanda di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Minggu (9/3/2025). Foto: Ist
BPBD Kabupaten Musi Banyuasin meninjau kejadian bencana banjir melanda di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Minggu (9/3/2025). Foto: Ist
SHARE

IPOL.ID – Beberapa hari terakhir, pada Sabtu (8/3/2025) hingga Senin (10/3) pukul 07.00 WIB, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian di Indonesia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menerangkan, kejadian bencana dirangkum pertama di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Tingginya intensitas hujan yang terjadi menyebabkan meluapnya tiga sungai yaitu Sungai Rawas, Sungai Musi dan Sungai Batanghari.

Sehingga terjadi banjir yang melanda wilayah tersebut terjadi pada Minggu (9/3) pukul 10.00 WIB.

“Banjir melanda 35 desa berada di wilayah enam kecamatan, yaitu Kecamatan Sanga Desa, Kecamatan Babat Toman, Kecamatan Lawang Wetan, Kecamatan Lais, Kecamatan Batang Hari Leko dan Kecamatan Sungai Keruh,” kata Abdul Muhari, pada Senin (10/3).

Akibatnya sebanyak 4.806 jiwa dan 4.806 rumah warga terdampak dengan tinggi muka air mencapai 20-125 sentimeter (cm).

BPBD Kabupaten Musi Banyuasin terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan asesmen dan pertolongan terhadap warga terdampak, kondisi terkini dilaporkan banjir belum surut.

Masih di Provinsi Sumatera Selatan, hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Banyuasin secara intens menyebabkan banjir yang merendam wilayah tersebut pada Minggu (9/3) pukul 15.00 WIB.

Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Talang Kelapa dan mengakibatkan sebanyak enam kelurahan dan satu desa terdampak yaitu, Kelurahan Talang Keramat, Kelurahan Sukomoro, Kelurahan Tanah Mas Indah, Kelurahan Tanah Mas, Kelurahan Sukajadi Induk, Kelurahan Sukajadi Timur dan Desa Talang Buluh.

Berdasarkan data yang diterima oleh BNPB, tercatat sebanyak 1.013 Kepala Keluarga (KK) dan 1.013 rumah terdampak akibat kejadian ini, tinggi muka air dilaporkan mencapai 20-100 cm.

BPBD Kabupaten Banyuasin terus lakukan koordinasi dengan aparat pemerintahan setempat guna lakukan pendataan dan pertolongan kepada warga, kondisi terkini yang dilaporkan banjir sudah berangsur angsur mulai surut.

Beralih dari Provinsi Sumatera Selatan ke Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, dilaporkan tanah longsor terjadi di wilayah Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Sabtu (8/3) pukul 20.00 WIB.

Sebanyak 114 jiwa dan 38 unit rumah terdampak akibat kejadian ini, peristiwa ini dipicu oleh sangat tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

BPBD Kabupaten Bogor berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan asesmen dan memberikan imbauan untuk evakuasi mandiri apabila hujan deras dan berkepanjangan kepada warga.

Kondisi terkini dilaporkan oleh BPBD Kabupaten Bogor menyatakan bahwa longsoran dari titik nol sampai ke pemukiman warga kurang lebih berjarak 40 meter.

Dari Provinsi Aceh dilaporkan hujan deras dengan durasi cukup lama mengguyur dan menyebabkan banjir terjadi di wilayah Kabupaten Bireun dan sebabkan satu korban jiwa meninggal dunia dan satu korban jiwa hilang, Sabtu (8/3).

Peristiwa ini melanda empat kecamatan dan tujuh desa yaitu Desa Alue Rambong dan Desa Sukatani di Kecamatan Juli, Desa Meunasah Pulo, Desa Meunasah Baroh dan Desa Hagu di Kecamatan Peudada, Desa Blang Khutang di Kecamatan Makmur dan Desa Pandrah janeng dengan ketinggian air 20-40 cm.

Hasil kaji cepat sementara dilaporkan bahwa satu korban jiwa meninggal atas nama Rina Fitri, 11, dan satu korban hilang atas nama Mardiana, 17, dan sebanyak 70 jiwa terdampak akibat peristiwa ini.

Kerugian materiil tercatat sebanyak 70 unit rumah terdampak, BPBD Kabupaten Bireun berkoordinasi untuk melakukan asesmen dan melaksanakan operasi SAR gabungan dengan TNI, Polri, Basarnas dan Satgas SAR Provinsi Aceh. Kondisi mutakhir dilaporkan banjir sudah berangsur surut.

Menghadapi potensi peningkatan intensitas curah hujan yang masih akan terjadi hingga pertengahan Maret 2025, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Penguatan rantai peringatan dini bahaya hidrometeorologi berbasis komunitas perlu diperkuat, melalui data dan informasi prakiraan cuaca.

“Siapkan peralatan untuk mendukung evakuasi jika terjadi kondisi kedaruratan,” pungkasnya. (Joesvicar Iqbal)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Banjir, Musi Banyuasin
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article dpr DPR Sambut Baik Penggantian UN dengan TKA: Beban Siswa Berkurang dan Atasi Perjokian
Next Article palu hakim, pengadilan Aset Selebgram Rea Wiradinata Segera Dilelang Buntut Penolakan Kasasi di MA

TERPOPULER

TERPOPULER
Mlatiwangi, UMKM tas serat alam asal Kota Semarang yang berdiri sejak 2017 dan kini produknya telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia hingga pasar mancanegara. Foto: Dok BRI
Ekonomi

Berawal dari Pesanan Kerabat di Amsterdam, Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam hingga Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

Olahraga
Putri Universitas Surabaya dan Putra Institut Perbanas Marajai Campus League Basketball Season 1 2026
13 Jun 2026, 22:39
Hukum
Tersangka Korupsi MBG Ajukan JC, Begini Respon Pengamat
13 Jun 2026, 14:43
Hukum
Periksa Iskandar Sitorus, KPK Dalami Dugaan Obstruction Of Justice Dalam Perkara Korupsi di Ditjen Bea Cukai
13 Jun 2026, 10:40
Hukum
Ungkap 2 Pejabat Aktif Punya Lebih dari 100 SPPG, MAKI Minta APH Bertindak
13 Jun 2026, 13:01
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?