“Bukan tergeser, Gung. Tapi disesuaikan dengan zaman. KHGT nggak cuma soal teknologi, tapi juga soal persatuan umat. Kita bukan lagi hidup di komunitas terpencar di Jazirah Arab. Kita umat global. Satu kalender, satu langkah. Bayangin kalau semua umat Islam di dunia bisa puasa dan Lebaran bareng, tanpa perpecahan. Itu justru lebih dekat ke semangat persatuan Islam, kan?”
“Tapi, Mron, Islam itu nggak sekadar tentang kepraktisan. Ada aspek syariat yang nggak bisa dikompromi.”
“Betul, Gung. Tapi syariat juga fleksibel dalam hal yang bersifat ijtihadiyah. Kalender itu bagian dari ijtihad, bukan sesuatu yang baku. Kalau ada sistem yang lebih presisi, lebih ilmiah, dan tetap sesuai prinsip syariah, kenapa nggak?”
“Eh, Mron, kalo KHGT itu bener-bener sebagus yang kamu bilang, kok sampe sekarang belom jalan?”
“Ya karena kita masih kejebak sama cara lama, Gung. Banyak yang ngerasa KHGT ini ngelawan sunnah, padahal malah bikin kita lebih deket sama tujuan Islam: satu umat. Masalahnya bukan di syariatnya, tapi di orang-orang yang susah nerima.”