Idealnya, Srikandi Demokrat itu berharap pada tahun ajaran 2026 tenaga ahli guru bagi anak-anak di sekolah negeri bisa terealisasi. Hal itu dipandang perlu, lantaran Jakarta memasuki usia 5 abad dan Indonesia emas 2045.
“Jangan sampai pembangunan infrastruktur melesat, namun SDM nya malah mundur. Karena saat ini kekhawatiran saya, Jakarta akan mengalami lose generasi. Apalagi, saat saya turun di masyarakat, kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan karena anak muda banyak yang asik dengan zona nyaman,” bebernya.
Lebih lanjut, politisi berwajah oriental itu berharap pada tahun-tahun mendatang, sekolah SLB negeri bisa tersedia di setiap kecamatan di Jakarta.
“Jika tidak bisa membangun sekolah, tahap awal untuk tahun ajaran mendatang Dinas Pendidikan bisa menyediakan dua orang tenaga ahli guru khusus anak berkebutuhan khusus di sekolah negeri. Sehingga mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak lainnya dalam memperoleh bekal pendidikan untuk masa depan yang lebih baik,” tandasnya.(sofian)

