IPOL.ID – Memperingati Hari Kartini tidak cukup hanya mengenang perjuangan seorang tokoh emansipasi, tetapi harus menjadi energi kolektif untuk menyiapkan perempuan Indonesia.
Terutama generasi muda dan Ibu, agar tangguh, berdaya, dan mampu menjadi garda depan perubahan di era dunia tanpa batas.
Hal itu disampaikan oleh Erlinda, Pemerhati Anak dan Keluarga serta Praktisi Pendidikan Nasional, juga merupakan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2014-2017.
Menurutnya, Hari Kartini tahun ini sangat relevan dengan tantangan zaman, perempuan dan anak dihadapkan pada tsunami informasi, digitalisasi masif, serta ancaman baru dalam bentuk kekerasan daring dan tekanan sosial.
“Perempuan bukan hanya subjek pembangunan, tapi arsitek utama masa depan bangsa. Ketangguhan mereka dimulai dari ketangguhan sebagai Ibu, pendidik, dan pelindung anak. Keluarga adalah benteng utama yang harus diperkuat,” kata Erlinda di Jakarta, Senin (21/4/2025).
Tema nasional tahun ini Mewujudkan Asta Cita dengan Menghadirkan 1.000 Profesi Perempuan dan Gen Z, dinilainya sangat strategis dalam membuka ruang aktualisasi dan menghilangkan sekat peran gender.
