“Saya dan Wamen jelang 6 bulan mengabdi, kami bersyukur dapat bekerja sama berkat dukungan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya dan Pratama, rasanya banyak sudah dilakukan bersama, tapi kita tak boleh puas, ” katanya.
“Kita punya PR menghadirkan regulasi yang lebih berkeadilan, selain itu ada PR outlook (Kemnaker) ke depan, memperkuat riset, memiliki badan, penataan organisasi, reformasi birokrasi, data informasi, siap kerja dan seterusnya, ” ujarnya.
Yassierli mengatakan dengan semangat Idul fitri setelah saling bermaaf-maafan, interaksi yang selama ini memberikan kesan tak baik, agar diselesaikan dan tak perlu disimpan dan dibawa berlama-lama yang tentunya akan jadi beban dalam diri dan institusi. Berlapang dada dan kolaborasi positif akan menghadirkan produktivitas dan kinerja berkualitas.
“Kita berharap ketika kita memaafkan orang lain, maka kemudian orang lain juga terbuka pintu hatinya untuk memaafkan kita. Kemudian kerja-kerja kita lebih ringan dan sesudah itu kita mulai menata, ” katanya. (Yudha Krastawan)
