Selain itu, Beijing juga sedang mempertimbangkan skema bantuan bagi maskapai yang telah menyewa pesawat Boeing dan kini menghadapi tekanan biaya operasional yang meningkat.
Kebijakan ini langsung berdampak pada kinerja saham Boeing yang turun hingga 2,5 persen di pasar New York pada Selasa waktu setempat.
Secara keseluruhan, nilai saham produsen pesawat asal AS itu telah merosot sekitar 10 persen sepanjang tahun ini. Sementara itu, Boeing sendiri belum memberikan komentar resmi atas kebijakan Pemerintah China ini.
Perseteruan ekonomi antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini semakin menempatkan Boeing dalam posisi sulit.
Presiden Trump melalui unggahannya di platform Truth Social mengkritik langkah Beijing ini. Ia menuding China telah “mengingkari kesepakatan besar Boeing” yang ditandatangani pada masa pemerintahannya sebelumnya.
Menurut data dari Aviation Flights Group, sekitar 10 unit pesawat Boeing 737 Max saat ini sedang dalam persiapan untuk bergabung dengan armada maskapai China, termasuk dua unit masing-masing untuk China Southern Airlines Co., Air China Ltd., dan Xiamen Airlines Co.

