Beberapa pesawat tersebut masih berada di dekat pabrik Boeing di Seattle, sementara yang lain berada di pusat penyelesaian di Zhoushan, China Timur.
Namun, pengiriman kemungkinan hanya akan dilakukan terhadap unit yang dokumen dan pembayarannya telah diselesaikan sebelum tarif baru berlaku pada 12 April.
China selama ini merupakan salah satu pasar terbesar bagi Boeing. Pada 2018, hampir seperempat dari total produksi Boeing dikirim ke negara tersebut. Namun sejak itu, ketegangan dagang, kecelakaan pesawat, dan krisis kualitas produksi telah membuat posisi Boeing di pasar China terus tergerus.
China bahkan menjadi negara pertama yang mengandangkan armada 737 Max pada 2019 setelah dua kecelakaan fatal.
Sementara pada awal 2024, kepercayaan terhadap Boeing kembali terguncang setelah insiden lepasnya “door plug” pesawat 737 Max di tengah penerbangan.
Sementara itu, produsen pesawat asal Eropa, Airbus SE, berhasil mengambil alih banyak pesanan dari maskapai China dalam beberapa tahun terakhir.
China juga tengah mendorong produksi pesawat domestik seperti COMAC C919 untuk mengurangi ketergantungan terhadap pesawat buatan luar negeri.

