“Bahwa nilai Rp 1.200 T merupakan perkiraan akumulasi perputaran judi online sampai dengan akhir tahun 2025. Nilai tersebut didasarkan atas trend nilai perputaran tahun 2024,” ungkap Ivan.
“Terjadi pergeseran pola transaksi dari bagaimana deposit ke dalam situs perjudian sampai bagaimana cara melarikan dana ke luar negeri. Kami punya parameter dan melakukan analisis terhadap rekening-rekening terkait. Itu jumlah potensi hingga akhir tahun 2025,” tambahnya.
Meskipun demikian, Ivan mengatakan PPATK masih menunggu data pasti terkait penggguna pinjol. “Data masih ditunggu sampai semester pertama tahun ini. Kecenderungan ada (kenaikan),” pungkasnya. (Yudha Krastawan)
