Influencer yang tinggal di Jerman itu juga mengatakan bahwa joget yang viral ini hanyalah tarian pesta dari tahun 1960-an yang dilakukan untuk bersenang-senang.
Tarian ini tidak memiliki kaitan dengan ritual tertentu, pesugihan, atau hal mistis lainnya.
Selain itu, penyebaran berita bohong atau fitnah terkait tarian tersebut sebaiknya dihindari, karena bisa menjadi propaganda yang dibuat hanya karena ketidaksukaan terhadap suatu kepercayaan.
“Ini joget ala ala Happy saat Pesta di tahun 1960. Bukan joget cari Pesugihan atau Tumbal. hati-hati menyebarkan berita bohong / fitnah hanya karena tidak suka oleh satu kepercayaan di buat lah Propaganda,” kata Corla. (Vinolla)
