Wijayanti mengaku, ia memang pengemar soto. “Di Tegal saya sering beli soto Boyolali. Dan soto itu memang rasanya khas banget Indonesia,” katanya.
Wanita yang memgaku daftar haji tahun 2012 mengaku rela merogoh kocek 20 SAR naik taksi hanya demi bisa makan soto Boyolali di hotel 502. “Di Tegal saya sering beli soto Boyolali. Jadi cukup untuk mengobati kangen saya,” akunya.
Hesti Noviasari pemilik SSB ini mengatakan, ia membuka usaha di Makkah ini sejak dua tahun lalu. Di Mekkah ada 7 cabang.
Hesti mengaku belajar dari kedua orang tuanya untuk meracik soto yang rasanya sangat segar ini. Kebetulan, semua bahan bisa didapatkan di Arab Saudi. Sehingga ia merasa tak kesulitan mencari bahan baku.
Dalam sehari, Hesti mengaku bisa mencapai penjualan hingga 300 porsi. “Alhamdulillah. Kalau di hotel ini ada 6.000 jamaah. Kalau 5 persennya saja sehari bisa laku 200-300 porsi,” kata Hesti ketika diwawancara tim Media Center Haji.
Harga Soto Boyolali cukup terjangkau. Sekitar 15 SAR/porsi. Selain soto, ada juga menu lainnya seperti bakso, nasi pecel, gorengan dan teh. (ahmad)

