Saat ini, keenam pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Nicolas menegaskan pihaknya akan terus menggencarkan pemberantasan pungli, terutama di area publik seperti pasar.
“Kami akan terus berusaha sampai praktik pungli di wilayah hukum Jakarta Timur dapat diatasi dan memberi rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.
Penangkapan ini sejalan dengan Operasi Pekat (penyakit masyarakat) yang digelar Mabes Polri secara serentak di seluruh Indonesia.
Operasi ini menargetkan berbagai praktik premanisme yang meresahkan masyarakat dan mengganggu stabilitas keamanan serta iklim investasi nasional.
Karo Penmas Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut operasi ini dimulai sejak 1 Mei 2025, berdasarkan Surat Telegram nomor STR/1081/IV/OPS.1.3./2025. Kegiatan ini menggabungkan pendekatan penegakan hukum dengan kegiatan intelijen, preemtif, dan preventif.
“Operasi ini tak hanya menindak para pelaku, tapi juga mengembalikan rasa aman masyarakat. Pasar harus menjadi tempat jual beli, bukan lahan pungli dan ketakutan,” tegas Trunoyudo. (far)

