Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Buku “Merampas Laut, Merampas Hidup Nelayan”, Soroti Praktik Marine Grabbing
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Hukum > Buku “Merampas Laut, Merampas Hidup Nelayan”, Soroti Praktik Marine Grabbing
HukumNews

Buku “Merampas Laut, Merampas Hidup Nelayan”, Soroti Praktik Marine Grabbing

Wilson B. Lumi
Wilson B. Lumi Published 15 May 2025, 11:59
Share
1 Min Read
BRIN Yan Rianto
Plt Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN. Yan Rianto.
SHARE

IPOL.ID — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan buku “Merampas Laut, Merampas Hidup Nelayan” sebagai ajakan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi praktik marine grabbing yang mengancam kehidupan masyarakat pesisir.

Plt Kepala OR IPSH BRIN, Yan Rianto, menjelaskan buku ini merupakan hasil kerja sama BRIN dengan IOJI, The Samdhana Institute, dan AAI.

Buku ini menyoroti kasus-kasus seperti pagar laut di Tangerang dan tambang pasir di Kepulauan Riau, yang menunjukkan ruang hidup nelayan direbut demi kepentingan pembangunan.

Antropolog BRIN, Dedi S. Adhuri, menegaskan urgensi perlindungan hak masyarakat pesisir sesuai amanat UUD 1945.

Baca Juga

IMG 20260427 WA02262
KPK Periksa 3 Tersangka Korupsi Proyek Dinas PUPR Kabupaten Mempawah
Viral! Wanita 400 Kg Meninggal Usai Sesak Napas
KPK Periksa Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Sementara Direktur Samdhana Institute, Martua Sirait, menyerukan adanya terobosan hukum untuk melindungi komunitas laut nomaden yang masih termarjinalkan.

Peluncuran ini menjadi momentum penting mendorong negara hadir dalam menjamin keadilan ruang laut bagi masyarakat pesisir. (*)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Foto: NOC Indonesia IOC Member Asal China, Zhang Hong Dukung Perkembangan Olahraga Musim Dingin di Indonesia
Next Article Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto KPK Geledah Rumah Pengusaha Terkait Kasus TPPU Rita Widyasari

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260429 WA0182
HeadlineOlahraga

Laga krusial Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Persib  di Pekan ke-30 BRI Super League

Headline
Panas! Ormas Islam Bakal Polisikan Ade Armando dan Grace Natalie terkait Dugaan Fitnak ke JK
29 Apr 2026, 08:59
Jakarta Raya
Selaraskan Asta Cita, BPJS Ketenagakerjaan Percepat Perlindungan Pekerja BUMN
29 Apr 2026, 13:42
Nasional
DPP PBB Hasil Muktamar VI Bali Gugat Surat Keputusan Ini ke PTUN Jakarta
29 Apr 2026, 19:30
Gaya hidupHeadline
Dirilis Film Dokumenter Timnas Indonesia yang Rekam Perjuangan, Emosi, dan Kebanggaan Satu Bangsa
29 Apr 2026, 13:37
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?