“Jadi harus ada sinergi antara guru PAUD dengan guru SD, karena di PAUD ini hanya bermain sambil belajar, tidak ditekankan harus bisa menghitung, harus bisa membaca. Komitmen kita juga adalah memastikan layanan PAUD yang tidak hanya bermutu, tapi juga holistik, integratif, dan inklusif bagi setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Acara yang disiapkan dalam waktu kurang lebih dua pekan ini dihadiri ratusan anak-anak PAUD, orang tua, dan guru dari berbagai daerah di Sulsel. Selain lomba dan permainan tradisional, tersedia pojok edukatif bagi orang tua untuk menggali informasi tentang kesehatan anak dan pengasuhan keluarga.
“Tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata-mata memenangkan lomba, tetapi menumbuhkan kepercayaan diri, kreativitas, dan nilai-nilai kejujuran dalam diri anak-anak sejak dini,” ujar Naoemi. (sol)
