Namun demikian, Evita turut menyuarakan kekhawatiran atas informasi adanya aktivitas pertambangan di kawasan Raja Ampat yang dikhawatirkan berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan dan pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah tersebut.
“Investasi yang masuk harus memenuhi syarat ramah lingkungan. Kekayaan alam Papua Barat Daya adalah aset tak ternilai yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Evita mengajak semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, hingga media untuk bersatu dalam membangun Papua Barat Daya yang maju dan berkelanjutan, dengan mengintegrasikan sektor pariwisata, UMKM, dan industri dalam satu visi besar pembangunan daerah.
“Dengan semangat gotong royong dan kecintaan kita terhadap tanah Papua, kita bisa menjadikan Raja Ampat dan seluruh Papua Barat Daya sebagai mercusuar pariwisata dunia yang berbasis kearifan lokal,” tutupnya. ***

