Sementara, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung mengungkapkan, setelah meninjau dapur gizi modern pertama yang resmi diperkenalkan di pedesaan Karawang, dirinya sangat terkesan dan memberikan apresiasi.
“Dapur gizi ini sudah dilengkapi sistem proteksi canggih sebagai bagian dari program nasional penyediaan makanan sehat bagi anak-anak sekolah di wilayah Karawang,” kata Lodewyk.
Menurut Lodewyk, dalam peninjauan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) modern ini dilakukan bersama Menteri Agama, Nazarudin Umar, dan Ketua Umum SPPG, Nofalia Heikal, terlibat langsung dalam pengembangan dapur gizi modern.
Ditegaskannya, meski berada di wilayah pedesaan, dapur gizi ini dirancang dengan standar tinggi. Salah satu contohnya dengan penggunaan bahan stainless steel 304 untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan.
Lebih dari 12 juta anak sekolah di Jawa Barat membutuhkan asupan makanan sehat. Sehingga keberadaan dapur gizi ini dilihat sebagai solusi penting dalam pemenuhan gizi anak-anak.
