Selama proses demolisi, semuanya berjalan lancar. Tidak ada warga yang menentang atau menghalangi petugas. Warga justru antusias karena memang rumah mereka sudah mengalami kerusakan dan sudah saatnya mendapat perbaikan atau pembangunan kembali.
Hal itu tentunya mempercepat proses sehingga warga tidak lama lagi akan memiliki hunian yang lebih layak pascagempa, sebagaimana yang menjadi rekomendasi dan pendampingan dari BNPB.
“Di hari ketiga ini sudah ada komitmen dari pemerintah daerah untuk membangun rumah bagi warga terdampak, khususnya yang rusak berat. Ini adalah komitmen yang sangat kuat. Ini yang kita apresiasi,” ungkap Raditya.
Setelah semuanya selesai, tahap selanjutnya adalah membangun kembali hunian warga oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Bengkulu menggunakan berbagai sumber pendanaan, mulai dari kas daerah, bantuan bupati/wali kota se-Provinsi Bengkulu, forum CSR hingga Baznas. Proses rebuilding atau pembangunan kembali rumah rusak berat tersebut dimulai Senin (26/5/2025) ini.
