Jenderal Polisi seniman ini juga, menyampaikan adanya penurunan anggaran diklat paling rendah pada tahun 2025 yang berkaitan dengan efisiensi.
“Penurunan anggaran dari tahun 2024 ke tahun 2025 disebabkan oleh penurunan jumlah kuota pendidikan dan perubahan metode diktuk bintara dari lima bulan lulus di tahun yang sama menjadi tujuh bulan lintas tahun,”terangnya.
Chryshnanda juga menyampaikan bahwa pengembangan mata pelajaran berbasis pada ilmu kepolisian yaitu ilmu antar bidang yang mempelajari masalah sosial khususnya pada keteraturan sosial, masalah hukum, penegakan hukum, keadilan, kaitan dengan masalah kejahatan, dan manajemen serta operasional kepolisian dengan atau tanpa adanya usaha paksa.
“Dalam ilmu kepolisian mempelajari isu-isu penting dalam masyarakat dengan mengajarkan olah jiwa, olah rasa, olah pikir, olahraga, dan bakti masyarakat,” Katanya.
Chryshnanda menambahkan lemdiklat polri tidak berkaitan dengan rekrutmen anggota Polri dan tidak menentukan anggaran maupun kuota dalam penerimaan anggota.
