Pratikno pun menyoroti dampak disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) terhadap institusi sosial dan dunia kerja. Karena itu, dia mendorong pengembangan teknologi yang berpusat pada manusia (human-centered technology), agar tetap memperkuat nilai sosial dan kohesi keluarga.
“Orang yang bertahan bukan yang paling pintar, tapi yang paling cepat belajar dan beradaptasi,” imbuh Pratikno.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh beberapa tokoh, antara lain, Carla Amos, Director of Recruitment & Marketing UoB, Salman Subakat, Co-Founder Paragon Corp, Masyithoh Annisa, Staf Ahli Menteri Kementerian Kebudayaan, Triono Junoasmono, Staf Ahli Menteri Kementerian Pekerjaan Umum, Sekretaris Jenderal IA-UoB, Muhammad Bagus Pratomo, Wakil Ketua Umum IA-UoB, Aldian Sitompul, Bendahara Umum IA-UoB, Laksmi Sofiatin, Ketua Panitia Hafidz Surapranata, Kepala Departemen Public Relations, Rheza Ariftha Gentha serta sejumlah pengurus lainnya.
Kehadiran mereka mencerminkan komitmen IA UoB dalam membangun kolaborasi dan mempererat hubungan antar alumni demi kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (Joesvicar Iqbal)
