Lebih dari sekadar masalah kesehatan, Riset PKJS-UI, 2022 membuktikan bahwa konsumsi rokok yang tinggi berdampak pada kesejahteraan rumah tangga, mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan pendidikan dan nutrisi.
Asap rokok di lingkungan rumah bahkan menjadikan anak-anak, maupun bayi dalam kandungan sebagai korban pasif yang tidak pernah memilih untuk terpapar, bahkan sebaliknya meningkatkan risiko fenomena stunting.
Di tengah tantangan itu, orang muda tidak tinggal diam. Mereka membentuk barisan perlawanan. IYCTC, bersama berbagai organisasi dan mitra pemerintah, telah berperan aktif dalam mendorong regulasi lebih kuat.
Penghargaan diterima Manik bukan sekadar simbol prestasi. Ini adalah pengakuan global bahwa gerakan orang muda Indonesia berdampak. Momentum ini bertepatan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) jatuh pada 31 Mei mendatang, momen seharusnya menjadi refleksi bersama atas arah kebijakan kesehatan nasional.
Pemerintah Indonesia sendiri pernah menargetkan penurunan prevalensi perokok pemula dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Namun, realisasinya perokok anak masih tinggi dan masih menghadapi tantangan implementasi di lapangan.
