“Orang muda harus menolak menjadi target pemasaran industri rokok. Justru kita harus memimpin kesadaran dan perubahan, ketika nanti sejarah menoleh kebelakang, kita dikenal sebagai generasi memilih berdiri untuk kesehatan dan keadilan,” ujar Manik mengingatkan bahwa perubahan tak hanya datang dari ruang-ruang legislatif atau birokrasi tinggi.
Kadang, perubahan dimulai dari suara lantang orang muda di jalan, kampus, hingga komunitas lokal. Kini dunia mulai mendengarnya.
“Dengan dukungan dan kolaborasi berkelanjutan, diharapkan perjuangan orang muda Indonesia berpeluang nyata untuk menghentikan siklus perokok baru dan menyelamatkan generasi berikutnya,” tutup Manik. (Joesvicar Iqbal)
