Pengukuran yang andal menjadi kunci untuk memastikan bahwa CO₂ benar-benar tertangkap dari sumber utama emisi seperti industri dan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Selanjutnya, pengukuran laju alir, tekanan, suhu, dan kualitas CO₂ selama proses penangkapan, transportasi, dan penyimpanan menjadi kunci untuk memastikan efisiensi energi, pengoperasian yang tepat, aman dan efektif dari seluruh tahapan CCS.
“BSN melalui Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) sebagai Lembaga Metrologi Nasional atau National Metrology Institute (NMI), terus berkontribusi dalam mendukung keberhasilan implementasi CCS, khususnya melalui penyediaan dan pengembangan bahan acuan sebagai sumber ketertelusuran pengukuran CO₂,” ujar Kristianto.
Saat ini SNSU BSN telah memiliki kemampuan pengukuran dan kalibrasi untuk CO2 level konsentrasi emisi kendaraan dan cerobong, dan gas rumah kaca, yang telah diakui internasional dan tercantum dalam Appendix C Key Comparison and Calibration Database (KCDB) Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan (BIPM).

