“Kami akan memastikan akses bus salawat ini mudah dijangkau, terutama oleh lansia dan penyandang disabilitas. Selain itu, layanan konsumsi melalui catering juga akan kami tinjau,” jelasnya.
Tak hanya soal fasilitas fisik, Marwan juga menyoroti pentingnya keberadaan dan kesigapan petugas haji. Menurutnya, banyak jemaah yang sudah lanjut usia dan belum pernah ke luar negeri sehingga membutuhkan pendampingan intensif.
“Jumlah petugas seharusnya sudah cukup, tapi kita akan lihat bagaimana mereka menjalankan tugasnya. Kesigapan mereka sangat menentukan kenyamanan jemaah,” ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini.
Perjalanan Timwas akan diawali dari Madinah, di mana mereka akan meninjau situasi dan fasilitas yang digunakan oleh jemaah gelombang pertama yang sudah tiba lebih dahulu. Selain itu, mereka juga akan memantau jemaah haji khusus serta potensi adanya jemaah non-prosedural yang masih ditemukan akibat praktik penipuan oleh oknum tertentu.
“Ada laporan bahwa masih ada satu dua jemaah yang dibuang ke Jeddah karena masuk tanpa prosedur. Ini juga akan kami awasi,” tegas Marwan.
