Dari dialog dua arah itu, Kepala BNPB hampir tidak mendengar keluhan yang berat dari para warga. Bahkan mereka antusias ketika pucuk pimpinan tertinggi BNPB itu datang memberikan pemahaman tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Kepada para warga, Kepala BNPB menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan mereka sendirian dan berlarut-larut dalam kemalangan pascagempa. Pemerintah tidak hanya berjanji tapi langsung memberikan bukti yang nyata hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pada hari ketiga kemarin atau Minggu (25/5), sejumlah kendaraan berat lengkap bersama personel gabungan langsung melakukan demolisi rumah-rumah rusak berat untuk kemudian dibangun kembali dengan target kurang dari satu bulan rampung.
Kepada warga yang rumahnya masuk dalam kategori rusak berat, Kepala BNPB mengatakan bahwa pemerintah pusat melalui BNPB akan memberikan dana stimulan sebesar 60 juta rupiah. Kemudian untuk rusak sedang sebesar 30 juta dan rusak ringan sebesar 15 juta.
Dana stimulan itu akan diberikan melalui dua atau tiga tahapan yang mana pada penggunaannya hanya boleh digunakan untuk hal-hal yang terkait pembangunan atau perbaikan hunian.
