“Sebagai negara anggota IsDB yang termasuk dalam kelompok berpendapatan menengah, Indonesia memiliki kepentingan strategis dalam mendorong transformasi ekonomi untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah dan mencapai pertumbuhan yang inklusif,” ujar Anggito.

Sementara itu, Presiden IsDB Group, Muhammad Sulaiman Al Jasser, menyoroti peran penting negara-negara berpendapatan menengah dalam mendorong pembangunan global.
“Di IsDB, 33 dari 57 negara anggota tergolong sebagai negara berpendapatan menengah. Ini menunjukkan kontribusi signifikan mereka dalam kemajuan kolektif kita,” katanya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa negara-negara tersebut masih menghadapi tantangan struktural yang tidak ringan, termasuk risiko Middle-Income Trap, yakni situasi di mana pertumbuhan ekonomi melambat sehingga transisi menuju status negara maju menjadi semakin sulit.
Didirikan pada tahun 1975 dan bermarkas di Jeddah, Arab Saudi, IsDB merupakan lembaga keuangan multilateral dengan 57 negara anggota di empat benua. Dengan aset operasional lebih dari 16 miliar dolar AS, IsDB dikenal sebagai pemimpin global dalam keuangan syariah sekaligus mitra utama dalam pembangunan sosial dan ekonomi negara anggotanya.
