Kepuasan terhadap keamanan nasional mencapai 83,1%. Diikuti penegakan hukum (67,8%), stabilitas politik (70,8%), dan kinerja ekonomi makro (67,4%).
Kelima indikator ini, lanjut Adjie, membentuk kerangka kokoh dari legitimasi awal. Dalam tradisi sosiologi politik, rasa aman, hukum yang berjalan, dan politik yang stabil adalah fondasi.
Namun hadir pula dua sektor strategis justru mendapat rapor merah dari publik. Yaitu lapangan pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan pokok.
Sebanyak 60,8% masyarakat merasa mencari pekerjaan saat ini lebih sulit dibandingkan tahun sebelumnya.
Hanya 11% yang merasa lebih mudah, sisanya tidak melihat perubahan berarti.
“Keresahan ini melintasi kelas sosial dan latar pendidikan. Mayoritas menyatakan sulit mencari pekerjaan. Bahkan wilayah seperti Maluku dan Papua mencatatkan angka tertinggi: 87% warganya menyatakan bahwa lapangan kerja makin langka,” ujarnya.
Sedangkan 58,3% mereka mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, tingginya harga sembako memberatkan.
Adjie menyebut, ada empat penyebab rapor merah. Empat alasan utama mengapa tekanan ini muncul dalam fase awal pemerintahan:
