“Sebanyak 81,2% menyatakan puas atau sangat puas terhadap Prabowo-Gibran”.
Di satu sisi stabilitas makro berhasil dijaga, di sisi lain tekanan ekonomi mikro mulai mengetuk keras pintu rakyat.
“Dua rapor merah menunjukkan celah retak ini tak boleh diabaikan,” tandasnya.
Namun tetap diperlukan penyempurnaan prioritas kebijakan, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Sekaligus memastikan ketersediaan
lapangan kerja serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
Rakyat sudah percaya bahwa arah kebijakan ini benar. Tapi mereka juga menunggu bukti terhadap daya beli masyarakat naik, pekerjaan tersedia, dan hidup yang sedikit lebih layak daripada kemarin.
Adjie katakan, adanya kebijakan dibuat pemerintahan yang baru, masyarakat yang merasakan. Mungkin juga persoalan efisiensi yang membawa dampak. Mungkin dalam jangka panjang mempunyai nilai positif, tetapi dalam jangka pendek ada sentimen negatif dari publik.
Karena mereka merasakan lapangan kerja semakin sulit. PHK massal terjadi dimana-mana sehingga itu menjadikan sentimen negatif terhadap pemerintahan yang baru.
