“Sebaiknya segala bentuk dari premanisme atau sentimen negatif itu, oleh pemerintahan baru tak pandang bulu dalam penegakkan hukumnya,” tegasnya.
Menjadi poin penting adalah bagaimana Presiden Prabowo bisa mengimplementasikan janji-janji kampanye program-program yang langsung menyentuh masyarakat bawah. Sehingga itu menjawab ekspektasi yang besar kepada publik.
Nanti 5 tahun ke depan, pada pemilu selanjutnya yang akan datang, adanya kinerja baik, dengan hasil positif, kebijakan bagus, menyentuh masyarakat bawah. Otomatis peluang untuk memenangkan kembali kontestasi berikutnya akan semakin mudah.
“Saya pikir itu bukan modal seorang incumbent, menghindari atau menghilangkannya adalah langkah baik. Terkait ormas dengan premanisme menjadi keluhan masyarakat artinya apa yang dilakukan pemerintahan saat ini menertibkan ormas dianggap mengganggu investor termasuk mengganggu jalannya roda perekonomian, terkait perizinan, sulitnya menjalani operasional dan lainnya, muncul kasus-kasus, komitmen pemerintah sudah sangat baik untuk mendukung proses berjalannya roda ekonomi,” tutup Adjie. (Joesvicar Iqbal/msb)
