Tidak tanggung-tanggung, unggulan keempat ini menundukkan unggulan ketiga, straight set, 6-4, 6-4.
“Di gelaran minggu kedua ini mungkin pemain-pemain sudah mulai kelelahan. Beberapa tidak se-fit di seri pertama. Siapa yang lebih kuat, dia yang bisa memenangkan seri kedua,” papar belia 18 tahun terkait kunci kemenangannya.
Gelar ini memberikannya 30 poin peringkat internasional. Pada pekan depan, pengidola Dominic Thiem bakal melonjak ke rangking 750-an junior dunia serta mempertahankan posisinya sebagai terbaik keempat putra Indonesia.
“Setelah turnamen ini, aku akan kembali bertanding di tiga turnamen selevel (J30 ITF) di Jakarta. Aku mau mendapatkan poin peringkat internasional. Semoga bisa semaksimal mungkin di tahun terakhir juniorku,” pungkas Akmal.
Sementara itu, Michal enggan terlarut dalam kekalahan di final tunggal. Ia lipur laranya dengan merengkuh gelar ganda ITF keempatnya. Berpasangan dengan Raphael Rio Suryana, unggulan teratas ini mengatasi kompatriotnya, duet non-unggulan, Giftbrain Rizqzain Fadhrezy/Rangga Wisnu Kresna Rafansyah, 6-2, 7-6 (4).
