Namun, bila seluruh siswa di suatu wilayah tidak hadir dan guru keberatan membuka sekolah, maka layanan MBG untuk siswa dihentikan sementara selama libur.
Meski begitu, Dadan menegaskan bahwa layanan MBG tetap berjalan untuk kelompok prioritas lain seperti ibu hamil, menyusui, dan balita. “Untuk kelompok ini, layanan berjalan enam hari seminggu dan pengirimannya langsung ke rumah atau posyandu,” jelasnya.
BGN mengaku telah menerapkan sistem pengawasan berlapis guna mencegah penyimpangan. Kasus di Tangerang Selatan disebut sebagai “penyimpangan minor” yang langsung ditindak. “Satu yang menyimpang tak bisa mewakili 1.884 lainnya yang solid mematuhi prosedur,” tegas Dadan.
Sebelumnya, foto-foto bahan mentah seperti beras, ikan asin, telur puyuh, dan makanan ringan sebagai “menu MBG” beredar luas dan menuai kritik. Pihak dapur MBG di daerah tersebut berdalih langkah itu dilakukan karena sekolah sedang libur. (*)
