“Tantangan terbesar UMKM bukan pada produk, tetapi pada kepercayaan pasar. Standar adalah bahasa universal yang menjembatani kepercayaan itu. Tugas BSN adalah memastikan bahwa pelaku UMKM tidak berjalan sendiri dalam memahami dan memenuhi standar,” tegas Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, di Jakarta, Selasa (3/6/2025).
Kristianto menambahkan, pendekatan standardisasi untuk UMKM tidak boleh disamakan dengan industri besar. Dibutuhkan skema pembinaan dan fasilitasi yang praktis, fleksibel, dan kontekstual.
“Standar tidak datang membawa beban, tapi solusi. Pendampingan penerapan standar harus bersifat mendorong, bukan menghambat. Itulah mengapa kami melibatkan lintas kementerian dan mitra industri agar prosesnya sinergis dan konkret,” lanjutnya.
Program Bootcamp SNI bina-UMK 2025 semula ditargetkan akan diikuti 1.000 peserta. Namun, adanya respon positif dari UMK menjadikan jumlah peserta yang mendaftar tercatat sudah 1984 UMK. UMK ini berasal dari binaan kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, dan mitra lainnya.
