Data menunjukkan, sebaran ekspor Jawa Tengah juga menunjukkan konsentrasi yang kuat pada komoditas unggulan. Sekitar 80,3 persen ekspor provinsi ini berasal dari sepuluh komoditas utama, seperti pakaian dan aksesori, alas kaki, kayu dan produk kayu, serta barang dari kulit samak.
“Meskipun nilai ekspor didominasi oleh korporasi besar yang telah konsisten menembus pasar global selama lima tahun terakhir, kontribusi dari pelaku usaha kecil dan menengah (UKME dan UMBE) tetap signifikan. Sektor-sektor seperti kayu, furniture, dan produk kulit justru menunjukkan bahwa pelaku UKME-UMBE memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan dan diversifikasi ekspor daerah,” kata Rini, Selasa (24/6/2025).
Rini menambahkan terdapat tantangan yang perlu diantisipasi para eksportir Jawa Tengah. Sebanyak 73,8 persen ekspor Jawa Tengah terkonsentrasi pada sepuluh negara tujuan utama, dengan Amerika Serikat dan Jepang menyerap lebih dari separuh total ekspor Jawa Tengah. Ketergantungan ini membuat Jawa Tengah rentan terhadap gejolak pasar global, terutama di tengah perang dagang antara AS dan Tiongkok, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
