Di tengah tekanan global, peluang tetap terbuka lebar bagi pelaku ekspor Jawa Tengah. Produk dengan sensitivitas politik paling rendah seperti tekstil non-fashion, produk kemasan ramah lingkungan, dan barang seni menjadi alternatif ekspor yang menjanjikan,” kata Rini
“Dalam jangka pendek, eksportir Indonesia masih dapat mengoptimalkan pasar Amerika Serikat yang hingga kini tetap menjadi salah satu tujuan ekspor utama terutama untuk produk seperti kertas kemasan dan furnitur. Peluang ini dapat dimaksimalkan dengan memanfaatkan celah pasar serta berbagai kebijakan insentif yang tengah diberlakukan pemerintah AS bagi pelaku usaha AS,” ujar Rini.
Namun demikian, ia menekankan bahwa dalam jangka panjang,
strategi perlu diarahkan pada diversifikasi pasar ke kawasan lain seperti Asia Tengah, Eropa, dan Korea Selatan. Diversifikasi ini penting dilakukan melalui pemanfaatan perjanjian dagang bilateral maupun multilateral guna meningkatkan daya saing dan ketahanan ekspor nasional.
Rini juga mengingatkan agar pelaku ekspor tetap waspada terhadap eskalasi tensi geopolitik, khususnya di Timur Tengah, yang berpotensi memicu gangguan distribusi dan hambatan logistik pada jalur perdagangan global.”
