Selain itu, industri TPT saat ini tengah mengalami over supply oleh produk sejenis dari Republik Rakyat Tiongkok dan berpotensi menurunkan permintaan produk TPT Indonesia ke negara tujuan ekspor. Rini menyarankan, eksportir TPT untuk dapat bertransformasi menuju produksi bersertifikasi ESG. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing di pasar global yang semakin menuntut keberlanjutan dan kepatuhan sosial lingkungan.
“Momentum pertumbuhan ekspor Jawa Tengah menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki fondasi industri yang kuat dan adaptif. Dengan strategi yang tepat, Jawa Tengah berpeluang besar untuk terus menjadi lokomotif ekspor nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif,” kata Rini. (Yudha Krastawan)
