Diperkirakan Berusia 140 Ribu Tahun
Sisa-sisa kehidupan purba yang berserakan di pasir pertama kali ditemukan oleh Harold Berghuis—konsultan geologi yang saat ini sedang menempuh doktoral di Fakultas Arkeologi Universitas Leiden—pada 2015.
Di samping perannya sebagai ahli di salah perusahaan yang terlibat dalam proses reklamasi, dia juga bagian dari tim peneliti.
Saat itu, sebidang tanah sekitar 100 hektare sudah selesai dibentuk dan sedang dikeringkan. Harold mengumpulkan fosil-fosil tersebut satu per satu, hanya dengan kejelian matanya dan tanpa bantuan alat galian.
Berbekal pengetahuan, keahlian, dan pengalaman, ia menduga temuannya “penting”. Setelah tiga bulan pencarian, dia mengirim fosil ke Museum Geologi Bandung, Jawa Barat, untuk diteliti.
Sebelum proyek pembangunan pelabuhan tuntas, Harold memutuskan untuk melanjutkan pencarian di area seluas 100 hektare itu pada 2016.
Berbeda dengan pencarian sebelumnya, kali ini dia memanfaatkan proyek-proyek penggalian untuk mendapatkan fosil yang mungkin tertimbun lebih dalam. Pada September 2018, Harold menemukan fosil yang dia idamkan, tulang belulang manusia purba.
